PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA UNIVERSITAS PALANGKA RAYA

3. Stoikiometri



Konsep Penting
  • Stoikiometri mempelajari komposisi kimia, reaksi kimia dan massa atom relatif yang didasarkan pada skala isotop karbon-12. Satu atom dari isotop karbon-12 memiliki massa tepat 12 satuan massa atom (sma). Bekerja di laboratorium akan lebih nyaman menggunakan skala gram dan massa molar. 
  • Massa molar atom karbon-12 adalah tepat 12 gram dan mengandung jumlah sebanyak 6,022 x 1023 atom karbon yang disebut bilangan Avogadro. Massa molar dari unsur-unsur yang lain juga dinyatakan dalam gram yang sama dengan massa molar dan mengandung jumlah atom yang sama dengan bilangan Avogadro. Massa molar satu molekul adalah jumlah dari massa molar atom-atom penyusunnya (3.1 dan 3.2)
  • Massa atom menentukan massa molekul yang merupakan jumlah massa atom-atom penyusunnya. Cara paling langsung untuk menentukan massa atom dan massa molekul adalah dengan menggunakan spektrometer massa. (3.3 dan 3.4)
  • Molekul dan senyawa ionik. Persen komposisi unsur dapat dihitung berdasarkan rumus kimianya. (3.5)
  • Rumus empiris dan rumus molekul dari suatu senyawa ditentukan berdasarkan eksperimen. (3.6)
  • Menulis persamaan kimia merupakan cara efektif untuk menampilkan hasil reaksi kimia dan menggunakan rumus-rumus kimia untuk menggambarkan peristiwa yang terjadi. Persamaan kimia harus disetarakan agar diperoleh jumlah dan jenis atom yang sama untuk reaktan (bahan awal) dan produk (zat yang terbentuk pada akhir reaksi). (3.7)
  • Berdasarkan pengetahuan tentang persamaan kimia, selanjutnya mempelajari hubungan massa dalam reaksi kimia. Persamaan kimia memungkinkan mahasiswa memprediksi jumlah produk yang terbentuk atau persen hasil (yield), jika diketahui jumlah reaktan yang digunakan. Informasi ini sangatlah penting untuk reaksi yang dilakukan di laboratorium atau pada skala industri. Menunjukkan bahwa hasil reaksi tergantung pada jumlah pereaksi pembatas (reaktan yang digunakan pertama kali). (3.8 dan 3.9)
  • Hasil reaksi. Dalam praktikum, hasil reaksi sebenarnya (hasil pengukuran) hampir selalu lebih kecil dari pada hasil yang diprediksi (hasil teoritis), karena berbagai masalah. (3.10) 
Dalam mempelajari stoikiometri perlu mempertimbangkan massa atom dan massa molekul dan peristiwa ketika perubahan kimia terjadi, yaitu perubahan komposisi kimia sebagai akibat reaksi kimia. Panduan untuk menjelaskan stoikiometri adalah hukum kekekalan massa.

Share:

No comments:

Post a Comment

Total Dilihat

Postingan Populer

Label

Postingan Terbaru

Cari Dengan Kata

Ikuti Dengan Email

Web Design By
Fp Comp

Pengikut