Saturday, January 28, 2017

1.2. Mata pelajaran kimia

#
Dibandingkan dengan mata pelajaran lain, kimia biasanya terkesan lebih sulit, setidaknya bagi siswa pada tingkat sekolah menengah atas (SMA). Mahasiswa tingkat dasar semester awal (I dan II) tentu sudah pernah belajar mata pelajaran kimia, namun bukan tidak mungkin mata pelajaran kimia masih terkesan sulit bagi beberapa mahasiswa. Ada beberapa pembenaran untuk persepsi ini, salah satunya adalah karena kimia memiliki kosa kata yang sangat khusus. Namun, walaupun jika mereka baru pertama kali belajar kimia pada tingkat SMA atau perguruan tinggi, sebenarnya mereka sudah memiliki keakraban dengan pelajaran kimia lebih daripada yang mereka sadari. Dalam percakapan sehari-hari mereka telah mendengar kata-kata yang memiliki hubungan dengan kimia, meskipun tidak dapat digunakan dalam arti yang benar secara ilmiah, contohnya "elektronika," "kuantum," "kesetimbangan," "katalis," "reaksi," "energi", dan "massa". Selain itu, mereka sering memasak atau setidaknya melihat ibu memasak, sebenarnya mereka telah menjadi ahli kimia yang terlatih. Dari pengalaman yang diperoleh di dapur, mereka mengetahui bahwa minyak dan air tidak bercampur. Air yang tersisa di atas kompor akan mendidih dan menguap. Seorang koki menerapkan prinsip-prinsip kimia dan fisika saat mereka menggunakan baking soda untuk membuat roti, memilih pressure cooker (panci presto) untuk mempersingkat waktu yang dibutuhkan dalam menyajikan sup, menambahkan pelunak daging ketika memanggang, memeras jus lemon di atas irisan pir untuk mencegahnya berubah warna menjadi cokelat atau menambahkannya pada ikan untuk mengurangi bau amisnya, dan menambahkan cuka ke dalam air ketika merebus telur. Setiap hari mereka telah mengamati perubahan tersebut tanpa berpikir tentang sifat kimianya. Tujuan belajar kimia dasar khususnya di blog ini adalah untuk membuat mahasiswa berpikir seperti ahli kimia berpikir, melihat hal-hal yang makroskopik di dunia yang bisa dilihat, disentuh, dan diukur secara langsung kemudian memvisualisasikan partikel-partikel (atom dan molekul) dan peristiwa dunia mikroskopik yang tidak bisa dilihat dan diukur tanpa teknologi modern. Mahasiswa harus terlatih untuk berimajinasi dan menggambarkan peristiwa dunia mikroskopik ini agar memiliki pemahaman kimia yang utuh.

Pada awalnya mahasiswa tingkat dasar mungkin merasa bingung mempelajari kimia di web pembelajaran kimia seperti ini, yang tampaknya hanya terus bergeser bolak-balik antara dunia makroskopik dan mikroskopik. Hanya perlu diingat bahwa data untuk penyelidikan kimia yang paling sering muncul berasal dari pengamatan fenomena skala makroskopik, tetapi penjelasannya sering berada di dunia mikroskopik yang tak terlihat dan sebagian besar dengan membayangkan dan memvisualisasikan atom dan molekul. Dengan kata lain, ahli kimia sering melihat satu hal di dunia makroskopik dan berpikir hal lain di dunia mikroskopik. Seorang ahli kimia melihat paku berkarat (pada Gambar 1.2.1), dia mungkin berpikir tentang sifat-sifat dasar atom-atom besi dan bagaimana satuan-satuan ini berinteraksi dengan atom dan molekul lain menghasilkan perubahan yang diamati.
Gambar 1.2.1 Suatu molekul karat (Fe2O3) dibentuk dari atom besi (Fe) dan molekul oksigen (O2). Pada kenyataannya prosesnya membutuhkan air, dan karat juga mengandung molekul air.




0 comments:

Post a Comment